Moeldoko: HKTI Kalbar Harus Terjun Langsung ke Lapangan Atasi Masalah Petani

oleh
Ketua Umum HKTI, Moeldoko, melantik Pengurus DPP HKTI Kalbar

HKTI.ONLINE — Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal (Purn) Dr Moeldoko, melantik kepengurusan HKTI Kalimantan Barat di area waterfront city tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Minggu (5/8/2018) sekaligus mengukuhkan Edy Suyanto sebagai Ketua DPP HKTI Kalbar.

Pada kesempatan tersebut Moeldoko menegaskan kembali bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak melakukan politik praktis. Politik HKTI adalah politik membangun kedaulatan pangan Indonesia. “Perjuangan HKTI adalah memakmurkan petani dan membangun kedaulatan pangan,” tegas Moeldoko.

Hadir dalam pelantikan tersebut antara lain Pj Gubernur Kalbar Doddy Riadmadji,  Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. Dari HKTI Pusat, antara lain, tampak Sekjen Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo dan Ketua OKK Totok Sugiyarto.

Moeldoko juga kembali mengingatkan bahwa HKTI hadir sebagai solusi bagi petani dan pertanian Indonesia dan berfungsi sebagai “bridging instution” yang menjembatani petani dengan pemerintah, pasar, industri, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.

“HKTI juga menjadi mitra strategis yang positif bagi pemerintah, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dalam membangun pertanian dan memakmurkan petani,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menjadi Ketua Umum HKTI sejak tanggal 10 April 2017. Pengurus DPN HKTI Periode 2017-2020 yang dipimpinnya sudah mendapat pengakuan dan pengesahan Menteri Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Menkumham Nomor AHU-0000056.AH.01.08 tahun 2018.

“HKTI yang saya pimpin adalah satu-satunya HKTI yang legal, sehingga saudara-saudara jangan pernah ragu untuk berkarya dan bekerja membangun pertanian dan pertanian Indonesia,” tegas pria yang juga dijuluki Panglima TANI ini.

Mantan panglima TNI itu mengingatkan bahwa legalitas memang penting tapi yang lebih penting adalah bagaimana HKTI mendapatkan legitimasi langsung dari masyarakat. “Bagaimana kita mendapatkan legitimasi masyarakat adalah dengan berkarya nyata,” tegas Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan.

Oleh karena itu Moeldoko meminta agar pengurus HKTI Kalbar terjun langsung mengatasi masalah-masalah yang dihadapi petani. “HKTI harus mengurangi perdebatan politik di ruang-ruang rapat dan terjun langsung mengatasi masalah yang dihadapi petani,“ ujarnya.

Posisi HKTI, menurut Moeldoko, harus memberi manfaat nyata dan menjadi jembatan antara petani dan pemerintah. “HKTI harus menjadi solusi bagi petani dan pertanian Indonesia,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Pjs. Gubernur Kalimantan Barat Doddy Riadmadji mengingatkan, pertanian masih menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Dalam pembangunan wilayahnya, Kalbar telah menetapkan pertanian sebagai unggulan termasuk pariwisata.

Menurutnya, kehadiran HKTI harus memiliki peran besar dalam pengembangan pertanian Kalbar dan melakukan bimbingan pada petani untuk meningkatkan produktivitas.

DPP HKTI Kalbar dipimpin oleh Edy Suyanto yang terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi di Pontianak , Sabtu 12 Mei 201, di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Sabtu 12 Mei 2018.

Usai pelantikannya, Edy Suyanto mengapresiasi dukungan semua pihak dan berjanji akan mengajak semua pengurus HKTI Kalbar untuk bekerja nyata untuk membantu peningkatan kehidupan petani. “Kehadiran HKTI harus dirasakan manfaatnya bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Edy.

Edy pun berjanji HKTI Kalbar akan bekerja keras membangun ketahanan pangan dan pertanian Indonesia. “Kami siap menindaklanjuti arahan Presiden RI dan Ketum HKTI agar HKTI mengembalikan kejayaan rempah Indonesia,” paparnya.

Oleh karena itu Edy Suyanto menegaskan mendukung kepemimpinan nasional yang peduli pada petani dan pertanian Indonesia.

Sehari sebelum pelantikan, kepada media massa Edy Suyanto menjelaskan bahwa masih banyak sektor pertanian yang bisa ditumbuh kembangkan di Kalbar. Apalagi arahan presiden ingin mengembalikan kejayaan rempah dan buah tropis nusantara. “Di Kalbar kaya akan rempah dan buah tropis, ini menjadi salah satu yang bakal kita kembangkan,” kata dia.

Untuk buah lanjut dia, Kalbar miliki aloevera, nanas, durian dan jeruk. Kejayaan buah ini akan dikembalikan lagi. HKTI Kalbar bakal bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan motivasi penyuluhan. Kemudian, HKTI juga akan membantu menjadi jembatan solusi permasalahan yang dihadapi petani.

Tak hanya itu saja, lanjut dia, setelah kepengurusan HKTI terbentuk, pihaknya akan membangun bisnis online dengan tujuan mempertemukan petani dengan pasarnya. Akan hal ini, tak menutup kemungkinan bahwa produk tani Kalbar bisa dipasarkan di domestik dan luar negeri.

Seusai pelantikan, Ketum HKTI Moeldoko meresmikan kantor DPP HKTI Kalbar dan membuka HKTI Expo Kalbar. Ekspo berlangsung di di area waterfront city tepian Sungai Kapuas, Pontianak.

Expo itu berupa pameran produk yang bertajuk HKTI Expo 2018. Dalam kegiatan tersebut, menampilkan banyak stand bersisikan produk pertanian unggulan di 14 kabupaten kota di  Kalbar yang lokasinya di area waterfront city tepian Sungai Kapuas, tak jauh dari Jembatan penyeberangan very Bardan-Siantan. (mc)

Ketum HKTI meresmikan kantor DPP HKTI Kalbar