Sekjen HKTI “launching” Buku 9 Peraturan Organisasi

oleh

HKTI.ONLINE – Dewan Pengurus Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyelenggarakan Rapat Pleno Pengurus Pusat, pada Rabu 9 Januari 2019 membahas evaluasi program kerja 2018 dan rencana kerja 2019. Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal HKTI Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo.

Rapat pleno yang berlangsung di Sekretariat HKTI, Jl Tebet Timur Raya No 57, Jakarta, ini dihadiri lebih dari 50 persen anggota pengurus DPN HKTI. Turut hadir juga beberapa pengurus daerah propinsi seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Pada sesi akhir acara, peserta rapat mendapatkan pengarahan dari Ketua Umum Ketua Umum DPN HKTI, Jenderal (Purn) Dr Moeldoko.

Pada rapat tersebut sekjen Bambang Budi Waluyo menuturkan bahwa struktur organisasi HKTI saat ini mengacu kepada AD/ART 2015. Selain pengurus harian dan komite-komite, organisasi juga dilengkapi dengan badan/lembaga otonom seperti pemuda tani, perempuan tani, media center, dan lain-lain.

Untuk mengatur organisasi, sekjen telah membuat peraturan organisasi (PO) yang tertuang dalam sebuah buku khusus yakni Buku PO HKTI. “Di dalamnya ada sembilan peratusan organisasi yang dibuat berdasarkan AD/ART 2015. Nanti bisa dilihat dan dipelajari,” ujar Bambang sekaligus “me-launching” buku tersebut.

Bambang juga mengingatkan seluruh pengurus agar disiplin hadir dalam kegiatan rutin harian di sekretariat HKTI maupun kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan program HKTI. “Minimal seminggu sekali ikut rapat Rabuan,” ujarnya kala membuka rapat pleno tersebut.

Menurut Bambang, selama 2017 dan 2018 HKTI telah melaksanakan beberapa program dan kegiatan. Di antaranya syukur panen di Indramayu, pada 8 Januari menerima SK Kemenkumham tentang pengesahan HKTI di bawah kepemimpinan Moeldoko, pelantikan pemuda tani dan perempuan tani, Rakernas HKTI di Jakarta, dalam rangkaian ulang tahun HKTI menyelenggarakan ASAFF (Asian Agriculture and Food Forum), aksi sosial, wayangan, dan turnamen tinju.

 

Presiden Joko Widodo membuka ASAFF 2018 di Istana Negara

Lalu ada juga  kegiatan FGD Pakar, Guyub Panen Nusantara berupa panen raya jagung di Kediri, Jatim, bekerja sama dengan PT BISI dan Charoen Pokphand. Kegiatan kemitraan juga dilakukan dengan PT FKS Multiagro di Jambi berupa panen jagung di lahan rawa pasang surut dengan teknologi Budidaya Jenuh Air serta sosialisi benih unggul varietas M400, dan CEO Forum: Outlook Agribsinis 2019.

Kegiatan lainnya adalah membuat nota kesepahaman atau MoU dengan beberapa lembaga, instansi pemerintah, lembaga pendidikan/pesantren, dan dunia usaha. Nanum belum semuanya ditindaklanjuti menjadi kegiatan nyata.

Masih banyak kegiatan lain yang dilakukan, termasuk keikutserataan pemuda tani di ajang pertanian internasional di Taiwan. Pada acara itu HKTI memperoleh banyak sekali penghargaan melebihi peserta negara-negara lain.

Pada 2019, HKTI akan menyelenggarakan Rapimnas (Rapat pimpinan nasional) Februari mendatang. Rapimnas ini akan berbarengan waktunya dengan penyelenggaraan Workshop Kepala Desa se-Indonesia yang diiniasi oleh OKK HKTI bekerja sama dengan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

Kegiatan ini diharapkan akan dihadiri sekitar 3.000 kepala/perangkat desa se-Indonesia. Mereka akan dibekali pengetahuan tentang sistem pertanian moderen. Untuk itu penyelenggara akan melibatkan unsur pakar, pejabat terkait, pegiat pertanian, praktisi, dan lain-lain.

Sementara Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) HKTI, Totok Sugiyarto, melaporkan bahwa sampai saat ini 29 DPP HKTI sudah melakukan musyawarah provinsi. Dari jumlah itu, 23 sudah pelantikan dan enam dalam proses menuju pelantikan.

Kemudian satu provinsi sedang persiapan musprov sedangkan empat provinsi lain sedang dalam proses seleksi calon ketuanya. “Insya Allah tahun ini selesai semua,” ujar Totok.

Totok juga mendapatkan tugas dari ketua umum HKTI untuk mendata aset HKTI yang kabarnya berada di  Banyumas, Jawa Tengah. Menurut informasi, aset tersebut berupa lembaga pendidikan pertanian yakni SMK HKTI dan Akademi HKTI yang berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektar dan lokasinya strategis karena berada di pinggir jalan raya. Aset ini akan segera dikunjungi oleh ketua umum dan sekjen HKTI. (mc)