SAS Temui Moeldoko: Diarahkan untuk Siap Sejahterakan Petani

oleh

HKTI.ONLINE – Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) Sulawesi Utara, Syerly Adelyn Sompotan, menemui Jenderal (Purn) Dr Moeldoko SIP selaku Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI di kantor Kepala Staf Kepresidenan di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Dalam pertemuan ini Syerly Adelyn Sompotan (biasa juga disapa dengan sebutan SAS) didampingi sejumlah pengurus DPN HKTI. Pertemuan pun berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Menurut SAS, ketua umum HKTI itu menanyakan kesiapan dirinya selalu ketua HKTI Sulut dalam perannya untuk menaungi organisasi dan komunitas petani di Sulawesi Utara.

Terlebih lagi soal pelantikan SAS selaku Ketua HKTI Sulut yang sesuai perbincangan saat itu akan digelar pada Januari 2019.

“Rencananya Pak Moeldoko yang akan langsung melantik saya dan seluruh pengurus HKTI Sulut. Pelantikan akan dilakukan di Tomohon,” ujar Sompotan seperti dilansir tribunnews.

Sompotan menuturkan, Jenderal Moeldoko berpesan agar komitmen dan kesiapan semua pengurus dalam menjalankan visi dan misi organisasi.

“Sesuai arahan pak Moeldokp bahwa tujuan utama HKTI untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani, penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya yakni mewujudkan tujuan nasional sebagaimana diatur di UUD 1945. Nah kami selaku pengurus diberi semangat dan motivasi agar kesejahteraan para petani bisa dicapai,” ujar SAS.

Sompotan yang sehari-harinya sebagai wakil Wali Kota Tomohon terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HKTI Sulut beberapa waktu lalu. Istimewanya lagi, Sompotan satu-satunya perempuan yang memegang mandat sebagai Ketua DPP HKTI di 33 Provinsi.

Beberapa waktu lalu, SAS memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey atas langkah Pemerintah Provinsi lewat Gubernur Sulawesi Utara dalam kebijakan-kebijakan untuk memperhatikan Petani Kelapa.

Menurut Wawali ini adalah langkah yang sangat baik yang di lakukan oleh Gubernur. “HKTI Sulut akan bekerja sama dgn Pemerintah Provinsi Lewat Instansi terkait. Ini akan menjadi Fokus dari HKTI dan kami akan berkoordinasi terus dengan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata SAS.

Sompotan juga mengajak warga Sulut untuk menggunakan produk dalam negeri, dalam hal ini minyak kelapa hasil dari petani Sulut. “Akan menjadi perhatian kami dan kami harap kedepannya petani Sulut bisa sejahtera,” kata Sompotan.

HKTI adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional, berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan kesamaan aktivitas, profesi, dan fungsi di dalam bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan.

HKTI didirikan pada 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan empat belas organisasi penghasil pertanian utama. (mc)