Sabri Manomang Pimpin HKTI Sultra

oleh

HKTI.ONLINE – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Tenggara baru saja memiliki nahkoda baru. Adalah Sabri Manomang yang dipilih secara aklamasi oleh pengurus HKTI 17 kabupaten/kota se-Sultra.

Musyawarah itu berlangsung di Hotel Claro Kendari, Minggu (28/10/2018) sore. Sabri menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pengurus HKTI Sultra yang telah mempercayakannya sebagai ketua baru di HKTI Sultra.

Rencananya, kepengurusan baru HKTI SUltra itu akan dilantik pada awal 2019 nanti. “Insya Allah nanti pada tahun 2019 pelantikannya sekaligus dirangkaikan dengan tanam raya dan panen raya. Yang jelas sebelum pilpres,” kata Sabri Manomang di Hotel Claro Kendari.

Menurutnya, Ketua Umum HKTI, Jeneral (Purn) Dr Moeldoko, direncanakan menghadiri panen raya yang akan di pusatkan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada awal 2019 nanti.

Saat ini, Sabri terlebih dahulu akan fokus membenahi kepengurusannya di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota. “Tentunya fokus kita sekarang akan mensinergikan gapoktan atau kelompok tani yang telah ada, untuk kita sinkronkan dengan program HKTI dan juga kebutuhan petani kita di Sultra,” jelas mantan ketua DPW Hanura Sultra itu.

Pasca terpilih, Sabri Manomang bergerak cepat melakukan penyusunan kepengurusan DPP secara lengkap. Selanjutnya, pihaknya mempersiapkan prosesi pelantikan pengurus DPP oleh Moeldoko pada awal 2019.

Kepada Bursabisnis.id, mantan Ketua IMI Sultra ini menjelaskan, pihaknya juga akan segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat pengurus DPK (kecamatan). Pada dasarnya, kata dia, kepengurusan di tingkat kabupaten/kota sudah terbentuk di beberapa daerah. Kepengurusan HKTI juga terbentuk hingga di tingkat kecamatan.

Lebih lanjut, calon anggota DPR RI Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) ini menjelaskan, sebagai organisasi petani, pihaknya juga akan mensinergikan program bersama pemerintah daerah, pemerintah pusat dan DPN dalam upaya meningkatkan kualitas dan hasil pertanian para petani, serta membantu pemerintah mewujudkan target swasembada pangan.

“Nanti, pengurus di tingkat kecamatan yang akan senantiasa mengkomunikasikan dengan baik kepada para kelompok tani dan Gapoktan, dalam hal peningkatan kualitas dan hasil produksi mereka,” jelas mantan Ketua HIPMI Sultra ini, Selasa malam 30 Okober 2018.

Ditambahkannya, HKTI hadir untuk membantu masyarakat dari kelompok petani dalam meningkatkan pendapatan mereka. Olehnya itu, salah satu program yang akan dilakukan HKTI Sultra di bawah kepemimpinannya, yaitu terbentuknya koperasi petani Indonesia. Koperasi tersebut akan mewadahi para kelompok tani maupun Gapoktan, agar mereka tak lagi dikuasai para tengkulak.

“Koperasi ini juga akan memfasilitasi para petani dalam hal pembibitan maupun pasar dari hasil produksi mereka,” ujar mantan Ketua Gapeknas Sultra seperti dikutip Bursabisnis.id.

Selain itu, kata Sabri, dalam rangka peningkatan kemampuan dan kapasitas para petani di Sultra, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan akademisi di bidang pertanian dan perikanan, untuk melakukan pelatihan dan pembinaan kepada wakil-wakil kelompok tani dan Gapoktan.

“Pelatihan dan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memberikan nilai tambah dari hasil pertanian mereka,” kata Sabri Manomang.

Bahkan, lanjutnya, pihaknya juga akan mensinergikan dengan program DPN, terkait KTA untuk para petani ini yang memiliki multifungsi. Artinya, KTA itu juga bisa berfungsi seperti ATM karena sudah bekerjasama dengan pihak perbankan. (mc)