Rina Fitri Pimpin Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta

oleh -411 views

HKTI.ONLINE – Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DKI Jakarta resmi dibentuk. Pembentukan tersebut dalam rangka mengangkat martabat perempuan dalam bidang pertanian.

Seperti dilansir laman tribunnews.com, Ketua DPP Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta, Rina Fitri, mengatakan visi dan misi pihaknya adalah membuat perempuan lebih mandiri, bermartabat dan mengangkat derajat di bidang pertanian.

“Dalam visi misi masuk pemberdayaan perempuan supaya lebih mandiri, terus bisa mengangkat harkat, derajat perempuan di bidang pertanian. Perempuan harus bisa mandiri. Bisa mensejahterakan keluarga. Basicnya kan itu,” ujar Rina, di Sahati Hotel, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Ia juga menyatakan HKTI akan menjadi jembatan penghubung antara petani dengan pemangku kebijakan, sehingga dapat memfasitasi hubungan antara pemerintah dengan para petani.

Demi melancarkan momen ini, ia menyebut akan membentuk cabang HKTI lainnya di Jakarta Utara, Timur, Barat dan Selatan. “Kita perempuan HKTI sebagai brigding, menjembatani. Kita memfasilitasi antara petani dengan pemilik kebijakan di atas. Dari atas ke bawah,” jelas dia.

Di sisi lain, perempuan berhijab itu mengatakan HKTI DKI Jakarta akan fokus kepada bisnis pertanian. Pihaknya akan membantu pemasaran produksi pertanian dari satu provinsi ke provinsi lain dengan cara mengekspor.

“Jadi untuk perempuan dari HKTI DKI ini, kita kan untuk lahan terbatas. Jadi konsen kita lebih kepada bisnis pertanian. Jadi bagaimana perempuan di Jakarta itu bisa berdaya itu melalui bisnis pertanian,” katanya.

“Jadi untuk DKI sendiri, kita bisa membantu teman-teman dari wilayah lain, propinsi lain yang menghasilkan produksi pertanian kita bisa pasarkan untuk luar negeri atau pun di dalam negeri. Jadi lebih ke network. Network yang kita punya bisa kita bantu untuk teman-teman yang lain,” kata dia.

“Karena selain nanam-nanam, kita juga harus bisa memasarkan pertaniannya. Percuma kita menanam, kita bisa panen tetapi kita tidak bisa memasarkan,” pungkas Rina. (MC)