Refleksi Akhir Tahun Pemuda Tani HKTI : Menyongsong Semangat Baru Petani Indonesia

oleh

Petani itu adalah tuannya negara dan kedaulatannya itu mutlak, konteks yang relevan untuk membangkitkan semangat generasi muda” kata Tri Chandra Aprianto, Pengamat muda bidang pertanian.

Bangsa Indonesia yang merupakan negara agraris,yang para generasi mudanya kurang berminat dalam bidang pertanian maka perlu di adakan terobosan -terobosan agar bidang pertanian di minati para generasi muda yang berkualitas agar kembali di minati.Sektor pertanian, hingga kini masih memegang peranan penting dalam pembangunan perekonomian nasional, untuk itu perlu dilakukan revitalisasi pertanian.Agenda pokok revitalisasi diantaranya, peningkatan kemampuan petani dan lembaga pendukungnya, peningkatan ketahanan pangan, peningaktan akses petani ke dalam teknologi, pengolahan pemasaran dan permodalan, perbaikan iklim, peningkatan kemampuan manajeman dan daya saing serta efisiensi distribusi dan pemasaran.

Namun, kita sebagai generasi muda tidak seharusnya menggantungkan diri pada pemerintah. Kita harus dapat bergerak sendiri, mandiri untuk dapat mencapai suatu tujuan. Adakalanya kita membutuhkan bantuan pemerintah atau pihak lain itu wajar karena manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Berbicara tentang kelompok tani kita dapat membentuk suatu kelompok tani dimana kita berperan sebagai fasilitator dan pembimbing dimana jika petani membutuhkan bantuan kita dalam hal mengatasi masalah pertanian, misalnya mengatasi hama baik hama tumbuhan maupun hewan atau virus. Kita dapat berbagi sedkit pengetahuan kita kepada mereka yang membutuhkan.

Pemuda merupakan agen kreatif yang mampu menghasilkan ide-ide baru serta mampu membawa isu yang dianggap tradisional menjadi perhatian public modern dan menjadi sangat penting. Kepedulian terhadap pertanian sejauh ini hanya dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan, para ahli, pelaku pertanian, pelajar serta gapoktan, kelompok tani dan perangkat desa. Youth Empowerment belum pernah dicoba dimanfaatkan secara maksimal dikarenakan isu tentang pertanian dianggap tabu bagi sebagian besar masyarakat terutama pemuda-pemuda modern yang terpengaruh banyak oleh globalisasi (PDA)