Pindad Perkenalkan Alsintan Baru dan Siap Produksi 500 per Tahun

oleh
Traktor Pindad

HKTI.ONLINE – PT Pindad meluncurkan sekaligus mengenalkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) di kawasan Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, tengah pekan lalu. Alat-alat pertanian itu adalah buatan anak bangsa untuk membantu para petani dalam meningkatkan produksinya secara efisien.

Pada 2018, PT Pindad (Persero) sanggup memproduksi sekitar 500 alsistan per tahun. Sebagian besar komponennya sudah menggunakan bahan baku dalam negeri, hanya mesin dan transmisi yang masih impor.

Ada tiga alsintan yang diperkenalkan yaitu Traktor Multiguna Roda 4 (PTM45), Mesin Penanam Biji-bijian (Rotatanam PR1800), dan Mesin Pemanen Padi dan Jagung (Combine Harvester PP160). Pengenalan tersebut ditinjau langsung oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana, Kamis (2/3).

Selain perkenalan, Pindad juga sekaligus menggelar pelatihan untuk operator dinas dan kelompok tani terhadap produk-produk tersebut. “Tugas Kementerian Pertanian salah satunya adalah mem-backup industri dalam negeri berkembang sehingga produk anak bangsa bisa berkiprah di dalam negeri,” ujar Pending.

Kementan sendiri sudah memanfaatkan alsitan produksi Pindad sejak 2017. “Sejak tahun lalu kita sudah pakai ekskavator, traktor multiguna kita gunakan untuk mengolah tanah, memperbaiki jaringan irigasi, meratakan tanah dan sebagainya. Kami juga sedang mempersiapkan Badan Layanan Umum pembiayaan pertanian, salah satu lingkupnya yaitu membantu kelompok petani untuk mengakses alsintan,” tutur  Pending.

Sementara Dirprod Industrial Pindad, Heru Puryanto, mengatakan bahwa potensi pasar alsintan buatan Pindad cukup tinggi mengingat selama ini sebagian besar kebutuhan alsistan masih dipenuhi dari impor.

Oleh karena itu tahun ini pihaknya akan mempersiapkan lini produksi khusus untuk alsintan. Ke depan Pindad juga punya misi untuk mengembangkan porsi bisnis industrial yang semakin besar.

Heru juga menyatakan, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) alsintani produksi Pindad akan terus ditingkatkan secara bertahap untuk mendukung program pemerintah.

“Kami dengan kementerian pertanian untuk triwulan pertama rencananya ada kebutuhan sekitar ratusan untuk tiga produk, yaitu traktor multiguna, combine harvester untuk memanen jagung dan padi serta Rotatanam yang bisa mengolah tanah dan menyebar benih,” tutur Heru.

Pindad siap memenuhi kebutuhan tersebut. “Gambarannya kami bisa memproduksi sekitar 500-an alat per-tahun,” jelas Heru.

Alsintan produksi Pindad ini juga telah ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) 2017 lalu di Aceh.

Pada saat itu Corporate Secretary PT Pindad (Persero) Bayu A Fiantoro mengungkapkan, pembuatan alsistan merupakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar Indonesia dapat memproduksi alsintan secara mandiri guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Pak Jokowi minta TNI terlibat dalam sektor pertanian ini. Makanya TNI meminta kami untuk membuat produk alsintan ini,” kata Bayu.

Dalam keterangan persnya tahun lalu, Pindad menyatakan terus bersinergi dengan PT Bhirawa dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian untuk mengembangkan berbagai alsistan ini.

Pindad sebagai sole manufactur untuk Alsintan dan Bhirawa sebagai sole distributor yang memperoleh lisensi dari Kementerian Pertanian. Semua komponen untuk produk ini berasal dari dalam negeri dan diproduksi di Pindad kecuali mesin dan transmisi.

Diharapkan dengan Alsintan yang diproduksi Pindad ini, kapasitas dan kualitas produksi pangan dalam negeri meningkat sehingga tidak bergantung pada negara lain. (mc)

 

 

.