Perlu Roadmap Pangan Seiring Pembangunan Infrastruktur

oleh -358 views

HKTI.ONLINE – Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi seharusnya dapat membangkitkan kemandirian pangan nasional. Namun diperlukan roadmap pangan di sepanjang jalur infrastruktur yang telah dibangun sehingga dapat terwujud kedaulatan pangan nasional.

“Fondasinya sudah dibangun, sekarang kita perlu roadmap pangan nasional,”ungkap anggota DPR dari Fraksi PDIP Aria Bima dalam Diskusi Publik Pemuda HKTI di Sekretariat DPN HKTI Jl Tebet Timur Raya Jakarta, Selasa (14/5) sore.

Aria Bima meminta HKTI yang dipimpin Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko membuat roadmap pangan. “Rentannya infrastuktur logistik mengakibatkan kelangkaan komoditas,”ujarnya.

Ia mengungkapkan hasil pantauannya bahwa di pasar-pasar di Jakarta terdapat sayur mayur yang didatangkan dari Sumatera Barat. “Ada Trans Sumatera, sayuran Sumatera Barat bisa masuk ke Jakarta.  Dulu mereka harus menempuh perjalanan seminggu, sekarang dua hari,” paparnya.

Kader PDIP ini menegaskan konsepsi kedaulatan pangan, seluruh kebijakan pangan harus kuat. “Kebijakan impor, ketahanan pangan kuat, tapi rapuh,” tuturnya.

Namun ia menegaskan adanya impor yang terjadi saat ini bukan karena program pemerintah gagal. Tapi sifatnya situasional dan itu adalah kegiatah, bukan program atau kebijakan.

Indonesia bila ingin menjadi lumbung pangan dunia harus mengembangkan sektor pangan ke luar Jawa. Saat ini Indonesia lebih dikenal sebagai lumbungan tanaman perkebunan, yang menjadi bahan baku dunia.

Bima meminta selain pemerintah, organisasi pertanian juga berperan aktif. “HKTI harus ekspansif mendahului program-program pemerintah,” katanya.

Aria Bima juga mengungkapkan Perpres 71/2015 mengenai perubahan paradigma dari ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan.

Ketua Umun HKTI Moeldoko merespon positif ajakan Bima. Menurut Moeldoko, saat ini HKTI memposisikan sebagai bridging institution yang menjembatani petani dengan pemerintah, social enterprises, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan stakeholders pertanian lainnya.

Sementara Direktur Pengadaan Bulog, Bahtiar, mengungkapkan komitmen Bulog untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Bahkan Bulog saat ini bekerja sama dengan para pengepul untuk menyerap gabah petani. Dan ini bisa dikembangkan dengan Bumdes dalam pembelian dan pengadaan gabah petani.

Diskusi Publik Pemuda Tani menghadirkan narasumber dari berbagai pihak, antara lain dari Kantor Kepala Staf Presiden (KSP), KNPI, Gerbang Tani, dan pakar dari perguruan tinggi.

“Pemuda Tani HKTI ingin mencari solusi mengenai kemandirian dan kedaulatah pangan nasional, sehingga petani sejahtera,” ujar Ketua Umum Pemuda Tani HKTI Rina Saadah, menuturkan tujuan menggelar diskusi tersebut. (MC)