Perempuan Tani HKTI: Vertikultura Bisa Bantu Ketahanan Pangan Emak-emak

oleh
Salah satu model budidaya vertukultura/foto: mitalon

HKTI.ONLINE: Pertanian dengan menggunakan teknik vertikultura merupakan solusi untuk budidaya tanaman di wilayah yang sangat terbatas. Teknik ini mulai banyak dilakukan terutama di kalangan keluarga yang memiliki lahan sempit dan ingin bercocok tanam.

Ketua Umum Perempuan Tani-HKTI, Dian Novita Susanto, mengatakan selama ini ada persepsi yang salah dalam mengelola pertanian berskala rumah tangga. Meski dengan perkembangan industri modern 4.0, pertanian tak melulu lewat mesin modern atau lahan yang luas.

“Kalau kita membicarakan pertanian 4.0 berbasiskan rumah tangga maka ini lebih mengedepankan inovasi atau bertani secara cerdas. Contohnya, memanfaatkan lahan rumah dengan metode pertanian vertikultura,” kata Dian, Selasa, 11 Desember 2018.

Teknik vertikultura adalah metode modern yang memanfaatkan pekarangan atau lahan yang sempit agar lebih optimal. Teknik ini, sambung Dian, yaitu menyusun tanaman secara bertingkat dari bawah ke atas dengan jenis tanaman yang beragam seperti cabai, bawang merah dan putih atau seledri.

Wadah yang bisa digunakan untuk teknik ini juga bisa berbagai macam seperti botol bekas, pot, polybag hingga pipa paralon, tergantung kreativitas masing-masing.

Dian menyakini teknik bercocok tanam ini adalah cara yang paling mudah dalam berbudidaya tanaman. Bahkan sambung Dian, teknik ini dianggap mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Cara ini bisa membantu emak-emak dalam ketahanan pangan rumah tangga mereka. Karena dengan menjadikan atau memberdayakan mereka dengan mengedepankan pertanian 4.0 rumahan,” ujar Dian. (medcom.id)