Penyaluran KUR 2018 Sektor Pertanian akan Dipermudah

oleh -2.332 views
Lahan Pertanian

HKTI.ONLINE – Pemerintah akan mempermudah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi sektor pertanian pada 2018. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, hal ini dilakukan agar tidak menyulitkan para petani dalam membayar pinjaman dan menimbulkan kredit macet.

“Pemberian KUR itu harus difasilitasi, sehingga kalau perlunya cuma lima atau empat bulan, jangan kemudian petani didorong untuk minjam selama setahun. Jadi plafon KUR itu kita hitung menurut musim tanam,” kata Darmin di Jakarta pada akhir Oktober lalu.

Dengan adanya skema baru ini petani tidak perlu lagi menyicil pinjaman sejak awal masa panen. Petani, tambah Darmin, baru membayar setelah masa panen tersebut usai.

 

Darmin memaparkan bahwa plafon KUR pada 2018 ditetapkan Rp 120 triliun dengan bunga tujuh persen per tahun. Jumlah itu naik dari plafon 2017 yang jumlahnya Rp 110 triliun. Kenaikan ini akan diikuti oleh peningkatan target porsi penyaluran di sektor produksi antara lain pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi dan jasa produksi pada 2018.

Ia mengatakan penyaluran KUR di sektor produksi itu diharapkan bisa mencapai minimum 50 persen dari total penyaluran, terutama bagi UMKM yang selama ini masih sulit mendapatkan akses pembiayaan dari Lembaga Keuangan. “Penyaluran KUR harus terus kita dorong ke sektor produksi, agar program kredit atau pembiayaan dari pemerintah dengan suku bunga rendah ini dapat dinikmati oleh UMKM,” kata Darmin.

Darmin juga mengatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan skema KUR khusus baru untuk untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan rakyat, peternakan rakyat, serta perikanan rakyat dan akan bersinergi dengan skema KUR konvensional yang sudah ada.

KUR khusus ini merupakan skema KUR bagi kelompok usaha yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan mitra usaha untuk komoditas perkebunan, peternakan dan perikanan.

Untuk kelompok usaha bersama komoditas perkebunan, KUR yang akan diberikan dengan bunga tujuh persen per tahun dan diharapkan bisa mendorong produktivitas kelapa sawit, karet dan kelapa yang menjadi produk unggulan Indonesia.

Sedangkan untuk kelompok usaha bersama komoditas peternakan, bantuan pinjaman khusus ini diharapkan bisa membantu usaya penggemukan sapi serta ayam dan menjadi jawaban atas persoalan ketahanan pangan.

Plafon KUR khusus untuk sektor produksi tersebut ditetapkan Rp 25 juta sampai Rp 500 juta bagi setiap individu anggota kelompok. (mc)

Social entrepreneurship tip ask write my essay for free students to create a hop over to this site heartbreak map.