Pemuda Tani: Generasi Millenial Harus Kembangkan Sektor Pertanian

oleh -1.744 views
Sarasehan Pemuda Tani

HKTI.ONLINE – Sarasehan Pemuda Tani dengan tema “Penguatan Pemuda Tani Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional” yang di selenggarakan oleh Pemuda Tani Himpunan Kerukan Tani Indonesia (HKTI) padatanggal 17 November 2017 di Kompleks BNI, Kel. Bedahan, Kec. Sawangan, Depok diawali dengan pembahasan berbagai persoalan bangsa, khususnya pesoalan kedaulatan pangan Nasional. Sehingga mengharuskan pemuda generasi Milenial mengambil peran yang strategis dalam pengembangan pertanian, peternakan dan pembudidyaan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kedaulatan pangan Nasional.

Rina Saadah Adisurya selaku Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI mengatakan bahwa “Kedaulatan pangan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam Undang-undang Dasar 1945 sebagai komponen untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Lanjut Rina “ketika kita berbicara tentang kedaulatan pangan, maka kita tidak bisa melepaskan diri dari kedaulatan negara dan kedaulatan bangsa dan tentunya tidak dapat dipisahkan dari kedaulatan petani. Contohnya petani kelapasawit, selama ini pengolahan sawit hanya ada di korporasi, petani hanya menjadi pekerja dalam korporasi tersebut. Maka dari itu, harus ada sistem untuk pengembangan dan kemandirian petani. Hal ini bertujuan untuk membuat petani tersadar supaya bisa menyaingi korporasi.

Pemuda Tani Foto Bersama Seusai Acara

Menurut Rina “negara kita ini memiliki tanah yang subur dan luas sehingga kita selaku warga negara harus memanfaatkan potensi tersebut dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Jangan sampai negara kita mengimpor pangan dari negara lain, padahal negarakita mempunyai potensi untuk mengekspor pangan.

Oleh karenaitu, berangkat dari Sarasehan Pemuda Tani ini, Rina mengajak pemuda Indonesia agar berperan aktif dalam penyelesaian problem kedaulatan pangan yang ada di Indonesia, khususnya dalam bidang pertanian, peternakan dan sektor-sektor lain yang berkaitan denganke daulatan pangan Indonesia.

Dia pun mengharapkan agar pemuda Indonesia segera mungkin mengambil langkah kongkritdan peran besar dalam proses pembuatan kebijakan sektor-sektor tersebut dengan melakukan pengawasan terhadap program-program pertanian, melakukan pencerdasan, pendampingan dan upaya pemberdayaan petani, memberikan advokasi-advokasi pertainan sertamen jadi sumberdaya manusia pembangunan pertanian, untuk mencapai kedaulatan pangan Nasional sesuai dengan yang tercantum dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (mc)