Pemuda Tani dan Batalyon Mandala Yudha Hijaukan Lahan Tidur dengan Musang King

oleh

HKTI.ONLINE – Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Batalyon Mandala Yudha Kostrad bekerja sama melakukan program penghijauan dan penataan lahan milik batalyon tersebut di Lebak, Banten.

Penanaman perdana program penghijauan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HUT-1 Batalyon Mandala Yudha di Sajira, Lebak, Banten, Sabtu (8/12/18).

Untuk tahap awal ‘reboisasi’ tersebut dilakukan dengan menanam durian di atas lahan sekitar 10 hektar. Bibit durian yang dikembangkan adalah jenis Musang King.

“Durian yang ditanam di sini kami beri nama Mandala King,” ujar Komandan Batalyon Mandala Yudha, Kol Inf M Azmi, disambut tepuk tangan hadirin. Nama Mandala King diambil dari nama Batalyon Mandala Yudha.

M. Azmi memaparkan batalyon yang dipimpinpinnya adalah batalyon komposit yang memiliki kekuatan terintegrasi. Markas dan infrastruktur batalyon berada di atas lahan 700 ha. Sekitar 40 persen lahan tersebut akan digunakan untuk fasilitas dan infrastruktur kebutuhan batalyon, dan di sekitarnya dapat dihijaukan kembali dengan menanam tanaman keras maupun tanaman musiman.

Ketua Umum Pemuda Tani HKTI, Rina Sa’adah, memaparkan bahwa organisasi yang dipimpinnya bersama batalyon melakukan penghijauan dan penataan lahan dengan tanaman keras dan tanaman produktif lainnya. Tanaman yang akan dikembangkan di lahan tersebut, antara lain, durian, mangga, lengkeng, manggis, dan jagung.

Program ini untuk melestarikan lingkungan dan juga mengembangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat dan prajurit.

Pemuda Tani HKTI memiliki program membangun dan mengembangkan petani-petani muda serta mencetak agropreneur, wirausaha muda sektor pertanian.

Pemilihan tanaman penghijauan di areal tersebut terutama dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan berfungsi sebagai resapan air, serta juga dapat memberikan manfaat ekonomi.

Dalam penananaman perdana tersebut hadir para pejabat Pemprov Banten, Pemkab Lebak, Danrem Maulana Yusuf, Kapolda Banten, sejumlah kyai dan ulama, serta unsur masyarakat lainnya. (mc)