Moeldoko: HKTI Siap Serap 60 Persen KUR BRI

oleh -585 views

HKTI.ONLINE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mempermudah fasilitas layanan pinjaman modal usaha bagi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) maupun anggotanya, para petani. Komitmen mendorong ekonomi kerakyatan itu terjalin lewat kerja sama strategis antara BRI dan HKTI.

Kerja sama tersebut terjalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Utama BRI Suprajarto dengan Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

“Sebagai bank yang fokus terhadap usaha mikro serta ekonomi kerakyatan, BRI memiliki keterikatan yang erat dengan sektor pertanian. Kami berupaya memfasilitasi layanan perbankan yang dibutuhkan oleh HKTI dalam upaya pengelolaan keuangan yang lebih optimal,” ungkap Suprajarto di kantor pusat BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Januari 2019.

BRI siap menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) yang memiliki bunga 7% per tahun kepada HKTI dan petani.

Suprajarto menargetkan lewat kerja sama ini, BRI dapat memenuhi target 60% penyaluran KUR ke sektor produktif. Suprajarto mengaku pada 2018 lalu BRI sudah menyalurkan KUR ke sektor produktif sekitar 43% dari total KUR yang disalurkan.

Tahun 2019 ini BRI menargetkan dapat menyalurkan KUR Rp 86,97 triliun. Sedangkan pada 2018 lalu, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 80,2 triliun.

Meski tidak merinci target penyaluran kredit kepada anggota HKTI, namun Suprajarto mengaku HKTI memiliki pasar yang besar lantaran HKTI memiliki anggota empat juta petani di seluruh Indonesia.

“Kalau empat juta orang kali KUR Mikro dengan plafon Rp 20 juta ya, itu potensi yang luar biasa. Cash management pasti luar biasa, apalagi kalau income mereka makin bertambah otomatis spend mereka lebih besar ya. Tabung besar otomatis potensi tersendiri juga untuk BRI,” jelas Suprajarto .

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengaku siap menyerap 60% dari KUR BRI. Lanjut Moeldoko kerjasama ini diharapkan dapat meringankan permasalahan yang selama ini dihadapi petani di Indonesia.

“Saat ini petani di Indonesia menghadapi lima masalah utama, yakni luasan lahan, permodalan, teknologi, manajemen dan market. Melalui kerjasama dengan Bank BRI, kami yakin dapat mempermudah memberikan akses permodalan terutama KUR kepada petani,” imbuh Moeldoko.

Sebelum adanya kerja sama dengan HKTI, BRI telah melakukan berbagai upaya untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui pemberian akses permodalan berupa KUR, program kewirausahaan pertanian, perhutanan sosial serta penyaluran kartu tani.

“Kami berharap dengan menggandeng HKTI maka kehadiran BRI berikut layanan-layanan unggulan kami semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh anggota HKTI dan seluruh petani. Terlebih saat ini BRI ditunjang oleh 9.798 jaringan kantor, 330 ribu jaringan e channel dan 400 ribu agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia,” pungkas Suprajarto. (MC)