Listrik Tenaga Surya Tingkatkan Produksi Buah Naga

oleh

HKTI.ONLINE – Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil mengembangkan teknologi tenaga surya untuk meningkatkan produktivitas tanaman buah naga milik masyarakat. Buah naga bisa panen sepanjang tahun tanpa tergantung musimnya.

Proyek ini akan dikembangkan di Desa Gading Rejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur yang memang sentra budidaya buah naga.

Dosen Program Studi Teknologi Informasi Polije, Ika Widiastuti, mengatakan dengan teknologi tenaga surya, buah naga bisa dipanen di luar musim karena ada lampu yang menyinari bunga saat malam hari.

“Jadi panennya bisa dengan cepat dan tidak tergantung pada waktu musimnya,” ujarnya kepada timesindonesia.co.id di Kebun Buah Naga di Dusun Padang Rejo, beberapa waktu lalu.

Ika menjelaskan, teknologi tenaga surya itu menggunakan empat panel surya. Tiap panel dapat menghasilkan daya listrik hingga 200 watt. Total daya listrik yang dihasilkan oleh alat tersebut mencapai 800 watt.

Alat tersebut juga menggunakan baterai khusus dan dijalankan memakai sistem Maximum Power Point Tracking (MPPT). “Semua itu dirakit menjadi satu dan menghasilkan kekuatan penerangan hingga lim jam, dengan menyalakan sebanyak 96 buah lampu yang dirakit sendiri oleh mahasiswa Polije. Kemudian disebar diseluruh area kebun buah naga,” jelasnya.

Biaya yang digunakan untuk membuat teknologi tenaga surya ini menurut Ika, mencapai Rp 60 juta. Dan ke depannya untuk penyempurnaan baterainya akan dikembangkan oleh pihak PLN.

Ketua Kelompok Tani Nogojoyo Ahmad Sujadi mengatakan, teknologi tenaga surya sangat membantu para petani buah naga di tempatnya.  Sebab dengan adanya teknologi ini bisa melakukan panen secara berkala dan tidak tergantung pada musim lagi.

“Proses pembuahannya semakin cepat, apalagi selama 40 hari sudah bisa dilakukan berkembang dengan baik. Kemudian selama 15 hari sekali bisa panen, meski tidak dalam musim buah naga,” kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad menyampaikan perbandingan hasil panen sebelum dan sesudah menggunakan teknologi tersebut. “Kalau tidak pakai lampu ini hasilnya paling 60 persen saja, tetapi kalau pakai lampu kami bisa panen buah naga sampai 1 kwintal lebih,” ungkapnya. (ant/mc)