Lab Kopi Rifani di Tengah Desa Ajari Ribuan Petani Hasilkan Kopi Bermutu

oleh

HKTI.ONLINE – Rifani Zuniyanto, seorang pemuda yang tinggal di Desa Boja, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang telah mengubah sebagian rumahnya menjadi laboratorium kopi mini.

Nuansa laboratorium kopi terasa begitu mengena pandangan mata, lengkap dengan peralatan-peralatan pengujian kopi serta beberapa sample kopi dari kopi lokal Batang hingga beberapa kopi Nusantara.

Laki-laki yang akrab disapa Rifani ini memang sengaja membuat laboratorium kopi untuk memfasilitasi petani kopi yang ada di Kabupaten Batang agar kopi yang dihasilkan berkualitas tinggi.

“Hingga saat ini sudah ada 2.500 petani kopi yang mau ikut belajar di sini, untuk mengetahui kualitas kopi yang dipanen serta menguji kandungan kopi,” tuturnya seperti dilansir tribunnews.com, Kamis (29/11/2018).

Selain untuk memfasilitasi para petani kopi, laboratorium tersebut juga dibuka untuk masyarakat umum yang mana terobosan baru itu bertujuan untuk mengembangkan ilmu kopi.

“Tujuannya yang pertama untuk memberikan edukasi petani mengenai kandungan kopi yang dihasilkan, kemudian juga membantu evaluasi dari proses pasca panen hingga produksi, jadi hasilnya berkualitas bagus dan bisa menaikkan harga jual, tak hanya petani saja lab ini juga dibuka untuk siapa saja yang ingin belajar kopi gratis, dan bisa mencicipi kopi yang ada,” ujarnya yang juga sebagai cupper kopi.

Di laboratorium ini pengunjung akan diajarkan bagaimana proses pengujian rasa kopi dengan menggunakan standar Specialty Coffee Association of America (SCAA) dan standar roasting.

Proses pengujian yang diajarkan dimulai dari pengecekan biji kopi secara fisik, kemudian diroasting tentunya sesuai standart roasting sekitar 12 menit.

Setelah proses roasting, bubuk kopi dalam satu jenis kopi dibagi lima cangkir yang mana dari lima cangkir tersebut akan dievaluasi dari keharuman dan rasanya. (mc)