Jokowi dan Masyarakat Tani Citarum Tanam 1.000 Pohon

oleh
Citarum yang tercemar limbah industri dan pendangkalan

HKTI.ONLINE – Pembenahan Sungai Citarum segera dimulai. Pencanangan “Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum” oleh Presiden Joko Widodo dilakukan di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pada Kamis (22/2) ini.  Dalam kegiatan ini Jokowi dan masyarakat tani Jawa Barat akan menanam sebanyak 1.000 pohon.

Kegiatan ini merupakan langkah awal keterlibatan pemerintah pusat dalam pemulihan Citarum, menyusul kegiatan serupa yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah banyak membuat program dan kegiatan untuk menanggulangi pencemaran dan kerusakan Citarum seperti Gerakan Citarum Bergetar dan diteruskan dengan Gerakan Citarum Bestari.

Kedua kegiatan itu melibatkan semua pihak dengan pendekatan struktural, non struktural, dan kultural. “Namun hasilnya belum optimal, Sungai Citarum masih tercemar,” ujar Anang dalam siaran pers Biro Humas Setda Provinsi Jawa Barat, Rabu.

“Kini, pemerintah pusat memberikan perhatian penuh dengan melibatkan TNI AD, Kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat dengan Gerakan `Citarum Harum Bestari`,” tambah Anang.

Banyak lembaga dan ormas yang sudah menyatakan akan turut berpartisipasi dalam program “Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum” ini. Salah satunya adalah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang dipimpin oleh ketua umum Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

HKTI berencana menggelar Festival Citarum pada April mendatang dengan mengambil tempat di salah satu titik wilayah aliran Sungai Citarum. Kegiatan ini sebagai cetusan nyata HKTI Peduli Citarum sekaligus peringatan HUT ke-45 tahun organisasi petani tersebut.

Dalam festival tersebut HKTI menyajikan beberapa kegiatan, antara lain, gerakan peduli Citarum, Tanam Pohon, Pameran Pertanian, Tebar Ikan, Festival Kopi, dan lain-lain.

Payung hukum

Situ Cisanti

Dalam siran pers Pemprov Jabar disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo akan mencanangkan Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, hari ini. Situ Cisanti adalah hulu dari Sungai Citarum yang terletak di dataran tinggi wilayah Pangalengan.

Pencanangan ini sekaligus akan menjadi payung hukum dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara integral di Sungai Citarum.

“Dalam pencanangan tersebut, Pak Presiden Joko Widodo akan melakukan penanaman secara simbolis diikuti penanaman oleh masyarakat tani sebanyak 1.000 pohon,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudarna dalam siaran pers Biro Humas Setda Provinsi Jawa Barat, Rabu.

Pada acara tersebut, kata Anang, juga akan digelar dialog public dan kegiatan pameran yang akan diisi oleh stakeholder yang terlibat langsung dalam upaya pengelolaan Sungai Citarum.

“Kegiatan massal diperlukan untuk membangun kembali semangat menjaga lingkungan dan menumbuhkan budaya cinta sungai. Akan hadir sekitar 3.000 orang dari kalangan pemerintah, baik pusat, provinsi, hingga kabupaten. Juga kalangan industri, tokoh masyarakat, penggiat lingkungan hidup, dan akademisi,” tuturnya.

Anang menjelaskan, kondisi Sungai Citarum yang semakin tercemar memang memerlukan sinergitas program dan kegiatan di jajaran pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sebab, kata dia, Sungai Citarum sepanjang 269 kilometer itu, mengalir di 12 wilayah administrasi kabupaten/kota itu, telah menjadi sumber penghidupan bagi 28 juta masyarakat di Jawa Barat dan sumber air minum untuk masyarakat di Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung.

“Sungai Citarum memiliki peran yang sangat strategis. Selain mengaliri areal irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hektare, juga menjadi urat nadi kehidupan 28 juta masyarakat. Kalau tidak sinergis, apapun programnya, Citarum akan tetap seperti ini. Kuncinya adalah integrasi semua kementerian, lembaga, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Anang.

Ia menjelaskan, Gerakan Citarum Harum Bestari difokuskan kepada perubahan pola pikir, sikap dan perilaku untuk menjaga lingkungan yang sebelumnya sudah dirintis pula oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat melalui program Kampung Berbudaya Lingkungan (Eco Village).

Untuk kegiatan itu, TNI telah bekerja keras melestarikan sungai Citarum dengan melibatkan seluruh personil sebanyak 3.024 orang yang dibagi dalam 22 sektor dan kegiatan yang dilakukan seperti penghijauan, pengendalian pencemaran dari domestik dan industri, penanggulangan sampah dan lainnya.

“Ternyata apa yang kita lakukan mendapat perhatian dari presiden. Presiden pun mencanangkan `Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum`. Tujuannya supaya penanganan Citarum dapat diselesaikan oleh semua level pemerintahan maupun seluruh masyarakat dari hulu sampai hilir,” kata dia.

Tidak hanya itu, saat ini juga sedang disusun Raperpres Penataan DAS Citarum yang merupakan payung hukum dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara integrasi. (mc)