Industri Susu Blitar Bangun Peternakan Sapi Moderen Terbesar

oleh

HKTI.ONLINE – Industri susu olahan PT Greenfields Indonesia berinvestasi membangun peternakan sapi perah modern dan terintegrasi di Wlingi, Blitar, Jawa Timur. Dengan mampu menampung lebih dari 10.000 ekor sapi perah di lahan seluas 172 Hektare, pertenakan baru ini dianggap yang terbesar di Indonesia.

Ini merupakan peternakan kedua perusahaan tersebut dan sebagai bentuk ekspansi dari peternakan Greenfields yang pertama di Babadan, Malang.

“Investasinya ini mencapai Rp 612 miliar yang bermitra secara langsung dengan 250 peternak dan sebanyak 3.000 tenaga kerja tidak langsung,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, melalui keterangan resmi, di Jakarta, Selasa (6/3).

Menurutnya, efek berantai dari investasi berperan besar mendorong perekonomian nasional dan Blitar. Selain itu ikut pula berperan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia melalui berbagai macam produk susu olahan yang dihasilkannya.

Pada akhir 2020, peternakan ini ditargetkan mencapai kapasitas maksimum 10.000 sapi perah. Dari jumlah ini dapat menghasilkan sebanyak 50 juta liter susu segar setiap tahun.

”Kami berharap perusahaan tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi, produktivitas, perbaikan kualitas, dan metode budidaya ternak yang lebih baik,” ujar Airlangga.

Menperin juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah khususnya Kota Blitar yang turut mendorong penciptaan iklim usaha yang kondusif. Hal ini berdampak pada peningkatan investasi sektor industri.

“Kami dengar, di sini sudah ada tiga investor, termasuk ada pabrik gula terintegrasi. Sementara itu, Greenfield menargetkan akan bangun lima pabrik lagi, setelah di Malang dan Blitar. Peluang ini perlu ditangkap, untuk menjadikan klaster industri yang terpadu,” jelasnya.

Teknologi baru

Peternakan Greenfields yang kedua ini menggunakan teknologi terbaru, antara lain teknologi pemerah susu otomatis dengan sistem berputar. Ada juga teknologi kandang sapi tertutup yang menggunakan kipas angin sistem hibrida, serta sistem pencahayaan long-day untuk memaksimalkan produktivitas susu sapi.

Menurut Airlangga, pengembangan industri pengolahan susu di dalam negeri ke depannya masih cukup prospektif karena menyangkut pemenuhan kebutuhan primer manusia. Bahkan, subsektor ini juga berkontribusi penting terhadap pertumbuhan signifikan pada industri makanan dan minuman.

Hal ini ditunjukkan dengan laju pertumbuhan industri makanan dan minuman pada pada tahun 2017 yang mencapai 9,23 persen, jauh di atas pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,07 persen.

Di samping itu, peran subsektor industri makanan dan minuman terhadap PDB sebesar 6,14 persen dan terhadap PDB industri nonmigas mencapai 34,3 persen, sehingga menjadikannya subsektor dengan kontribusi terbesar dibandingkan subsektor lainnya pada periode yang sama. (mc)

.