HKTI Kepri akan Tanam Serentak Padi dan Jagung 1.800 Ha

oleh -1.282 views
Bupati Lingga, Alias Wello/foto: istimewa

HKTI.ONLINE – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepuluan Riau akan mengadakan rapat kerja provinsi pada 15 Februari mendatang. Bersamaan dengan rakerprov tersebut dijadwalkan berlangsung pula kegiatan penanaman padi dan jagung secara serentak di atas lahan seluas 1.800 hektare.

Penanaman dilaksanakan di wilayah Kabupaten Lingga. “Melibatkan 355 mahasiswa STTP Malang, Medan, dan seluruh stakeholder Kepri yang juga melibatkan masyarakat petani Kepri,” kata Erwan Bachrani, pengurus DPD HKTI Kepri, dalam keterangan tertulisnya, kemarin (25/1).

Selain penanaman, pada acara tersebut HKTI bakal mendapatkan hibah tanah berupa sebuah pulau seluas 200 hektare dari Pemkab Lingga.  Menurut Erwan, tanah tersebut dapat digunakan sebagai sarana peningkatan kulitas SDM petani dan pertanian Kepri yang akan melibatkan samua Dewan Pengurus Kabupaten HKTI se-Kepri dalam aktivitas bertani.

Penanaman serentak pada 15 Februari 2018 dimaksudkan guna mendukung ketersediaan bahan pangan di wilayah itu menjelang datangnya Ramadhan dan lebaran Idul Fitri yang jatuh pada pertengahan tahun ini.

“Insya Allah, agenda tanam padi dan jagung di Lingga akan dilakukan secara serentak pada tanggal 15 Februari 2018 mendatang. Luas lahan tanam yang sudah tersedia sekitar 1.800 hektar yang terdiri dari lahan sawah baru 600 hektar dan lahan perkebunan jagung 1.200 hektar,” ungkap Bupati Lingga, Alias Wello dalam keterangan persnya, Rabu (24/1/2018).

Menurutnya, kegiatan penanaman secara serentak itu melibatkan ribuan massa dari kelompok tani, pelajar, mahasiswa, TNI/Polri, ASN, Organisasi Kepemudaan dan Ormas, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lingga. Khusus untuk penanaman padi akan dilakukan secara serentak di lima desa, yakni Desa Resang, Marok Kecil, Panggak Darat, Bukit Langkap dan Sungai Besar.

“Saya baru dapat informasi dari ketua STPP Malang yang akan mengirim 200 orang mahasiswa dan 52 orang dosen pembimbing untuk mendukung kegiatan pananaman padi secara serentak di Lingga. Kemudian mahasiswa D1 IPB sekitar 105 orang juga ikut berpartisipasi mulai dari penanaman hingga panen,” kata Alias Wallo yang juga merupakn Ketua DPD HKTI Kepri.

Alias Wello memimpin DPD HKTI Kepri setelah terpilih dalam Musprov pada Juli 2017 menggantikan Huzrin Hood. Bupati yang akrab disapa Awe itu kemudian dilantik oleh Ketua Umum HKTI), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Realisasi MoU

Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang, Fat’han A Rasyid, membenarkan rencana pengiriman 200 orang mahasiswa dan 52 orang dosen pembimbing ke Lingga untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) guna mendukung program Pemerintah Kabupaten Lingga dan Kementerian Pertanian yang akan menjadikan Lingga sebagai lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan.

“Pengiriman 200 orang mahasiswa STPP ke Lingga ini, merupakan implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani Ketua STPP Malang dengan Bupati Lingga tahun 2017 lalu. Para mahasiswa STPP Malang ini, berada di Lingga selama 90 hari,” ujarnya seperti dikutip beberapa media.

Fat’han mengatakan, STPP Malang menaruh perhatian besar terhadap Kabupaten Lingga karena daerah ini masih minim pengetahuan dan pengalaman tentang pertanian dan peternakan. Selain itu, posisi geografis Lingga yang berada di wilayah perbatasan Singapura dan Malaysia, memiliki nilai strategis bagi pengembangan komoditas pertanian beorientasi ekspor.

“Saya berharap, kerjasama STPP Malang dengan Pemkab Lingga, tidak hanya pada kegiatan penanaman padi, tapi juga berkembang hingga pasca panen dan pengemasan. Apalagi, Kabupaten Lingga ini juga mendapat perhatian serius dari pak Mentan,” tambahnya. (mc)