HKTI Gelar Tasyakuran HUT ke-46 di Jakarta

oleh -169 views

 

HKTI.ONLINE — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar tasyakuran Milad ke 46 di Ballrom Whiz Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (27/4/2019) malam. Dalam sambutannya, Ketua Umun HKTI Jenderal (Purn) Dr Moeldoko menegaskan bahwa HKTI sebagai bridging institution, tujuan utamanya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pertanian Indonesia.

Menurut Moeldoko, ada lima persoalan pertanian yang harus HKTI carikan solusinya. Pertama, pemilikan lahan petani yang rata-rata hanya 0,2 hektare dan kondisi tanah yang sudah rusak. Kedua, aspek permodalan. Ketiga, lemahnya manajemen petani. Keempat, penguasaan teknologi dan inovasi teknologi. Terakhir adalah pascapanen. HKTI harus mampu memberikan solusinya.

Ia pun mengajak insan HKTI untuk mewujudkan cita-cita para pendiri HKTI memakmurkan petani dan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. “Kebijakan HKTI adalah membangun kedaulatan pangan, memakmurkan petani, dan menjadikan petani kaya,” ujarnya.

Moeldoko melanjutkan tantangan dan peluang besar pertanian di era perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Para petani dan dunia pertanian harus mampu menghadapi perkembangan zaman seperti era revolusi industri 4.0. Ada lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0, yaitu internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), human-machine interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D printing.

“Semua itu akan mendorong kegiatan pertanian berlangsung sangat efisien dan efektif sehingga mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan dan berdaya saing, pemerintah telah membangun berbagai hal untuk perbaikan petani dan perbaikan harapan kedepanya indonesia jauh lebih Baik,” tandasnya.

HKTI lahir pada 27 April 1973. Dia didirikan oleh 14 organinasi penghasil pertanian utama.

Acara tasyakuran perayaan HUT juga sebagai bentuk silaturahmi antarpara anggota dan pengurus daerah sekaligus untuk menyukuri berhasilnya HKTI sebagai organisasi yang eksis hingga saat ini.

Pada kesempatan itu, Moeldoko memotong tumpeng diserahkan kepada Ketua BPO HKTI Dr Oesman Sapta Odang (OSO), disaksikan Sekjen HKTI Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo.

Acara tasyakuran perayaan HUT juga sebagai bentuk silaturahmi antarpara anggota dan pengurus daerah sekaligus untuk menyukuri berhasilnya HKTI sebagai organisasi yang eksis hingga saat ini.

Dalam sambutannya OSO meminta masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial untuk tidak merasa minder menjadi petani. Pasalnya, petani adalah sokoguru bangsa yang menjaga ketahanan pangan nasional.

OSO meminta HKTI juga harus mendorong berbagai kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini sudah semakin banyak anggota masyarakat termasuk generasi muda yang tertarik untuk terjun ke sektor pertanian agrabisnis.

“kalo proses ini berjalan dengan Baik dan para anggota bisa berpartisipasi dengan baik, petani Indonesia akan kaya. Contoh di Brazil, petaninya kaya raya,” kata OSO. (*)