HKTI Fokus Berantas Hama Petani

oleh
Silaturahmi Ketua Umum HKTI Jenderal TNI Purn Dr Moeldoko dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan membahas rencana Syukur Panen di Indramayu.
Silaturahmi Ketua Umum HKTI Jenderal TNI Purn Dr Moeldoko dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan membahas rencana Syukur Panen di Indramayu.

HKTI.ONLINE — Serangan hama secara masif, terjadi meluas di hampir semua daerah sentra pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, menurutKetua Umum HKTI Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, kondisi ini menjadi perhatian serius HKTI. Karena, serangan hama menjadi kegagalan utama petani di Tanah Air dan menimbulkan kerugian cukup besar.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan fokus dalam penanggulangan persoalan hama yang masih menjadi musuh para petani.

“Serangannya hampir masif di mana-mana. Di Indramayu saja lahan pertanian yang akan panen 3.000 hektare dan yang diserang hama ada 3.000 hektare juga,” ujar Moeldoko usai bertemu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Senin(6/11).

Bahkan, kata dia, serangan hama yang melanda lahan pertanian terjadi secara masif. Karena itu, HKTI akan memikirkan upaya dalam penanganan serangan hama di lahan pertanian. Karena, bisa dibayangkan petani sudah mengeluarkan energi dan dana begitu besar bisa hilang dalam tiga bulan. “Dan petani itu harus berjuang lagi tiga bulan ke depan dan belum tentu bisa sukses,” katanya.

Moeldoko menilai, persoalan serangan hama yang menyerang lahan pertanian ini angkanya masih cukup signifikan. Misalnya, serangan hama di kawasan Kabupaten Indamayu yang melanda lahan pertanian seluar 3.000 hektare. Oleh karena itu, kata dia, HKTI akan terus memberikan sosialisasi kepada para petani untuk bisa mengembalikan kondisi tanah agar tidak berlebihan menggunakan pupuk berlebihan dan pestisida berlebihan. Jadi, tanah harus dikembalikan lagi pada kondisi sebelumnya yang subur.

“Perilaku petani yang tidak taat azas penggunaan pupuk ini yang menyebabkan serangan hama masih tinggi. Nah, ini yang akan kami sosialisasikan lagi,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan HKTI untuk membantu mengatasi permasalahan petani, menurut Moeldoko, adalah dengan membuka klinik pertanian bagi petani. Jadi, petani akan memperoleh pemahaman lagi bagaimana meningkatkan produksinya. “Kami juga terus berupaya meningkatkan produksivitas petani. Dari yang tadinya hanya 4 sampai 5 ton menjadi 7 ton,” katanya.

Sumber: ROL https://www.google.co.id/amp/m.republika.co.id/amp_version/oyzhj4382