Heri Amalindo Ingin Semua Petani Sumsel Gabung HKTI

oleh -267 views

HKTI.ONLINE — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Selatan resmi menempati gedung baru sekretariat di Jalan Tanjung Barangan No. 128 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang 30154, Sabtu (22/06/2019).

Peresmian sekretariat tersebut dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi HKTI Sumsel, Ir Heri Amalindo MM. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan acara halal bihalal dengan seluruh anggota HKTI kabupaten/kota dan koordinasi seluruh pengurus HKTI dari 17 kabupaten/kota dengan misi menyatukan semua petani dalam wadah HKTI memajukan pertanian di Sumsel.

Dalam sambutanya Heri menyampaikan dirinya menginginkan seluruh petani menjadi anggota HKTI Sumsel. Hal ini akan memudahkan melakukan konsolidasi antaranggota. Termasuk pula, jika ada bantuan pembibitan ataupun soal pendistribusian pupuk, akan lebih mudah dilakukan.

“Semenjak saya dilantik akhir tahun 2017 lalu sampai sekarang, banyak persoalan-persoalan petani yang mesti diselesaikan, seperti kekurangan pupuk hingga masalah bibit yg tidak baik atau jumlahnya belum memadai. Semua persoalan ini akan kami bawa segera ke Dewan Pimpinan Nasional (DPN) untuk dicari solusinya. Karena memang harus satu komando untuk penyelesaian persoalan ini,” jelas Heri kepada media usai acara.

Ia juga berharap, melalui organisasi ini kualitas hidup petani dapat menjadi lebih baik sebab HKTI Sumsel akan berusaha berkoordinasi dengan pemerintah bagaimana agar ketika musim panen tiba, harga gabah tidak anjlok lantaran panen yang terjadi berbarengan. Begitupun saat musim tanam tiba, bagaimana petani dapat melakukan penanaman secara bersama-sama. Inilah manfaatnya dengan menjadi anggota HKTI.

Dalam kesempatan tersebut, Heri Amalindo mempersilakan para petani anggota HKTI untuk memanfaakan kantor sekretariat yang baru.

Menurutnya, kehadiran kantor HKTI yang baru ini akan memudahkan bagi seluruh anggota yang ada di kabupaten/kota untuk melakukan rapat pertemuan. Ia pun berencana menyiapkan penyediaan penginapan di komplek sekretriatnya.

“Ada yang bertanya mengapa kantornya terletak di pinggir kota? Petani itu kan tinggalnya bukan di kota melainkan di daerah pinggir, makanya kami membangun kantor mengikuti di mana petani berada. Kalau dibangun di tengah kota, bukan petani namanya, tetapi pedagang,” canda Heri dalam sambutannya.

Komitmen untuk membangun kantor ini sesuai amanat Musyawarah Provinsi (Musprov) DPP HKTI Sumsel pada 28 Desember 2017 lalu dan pelantikan 29 Desember 2017 lalu. Sebagai komitmen Ketua HKTI Sumsel untuk membangun sebuah kantor sebagai sekretariat HKTI untuk pusat pengendalian organisasi dan koordinasi.

“Sekretariat ini juga sebagai tempat pengaduan, curhat, dan keluh para petani untuk mencari solusi agar para petani bangkit dan motivasi tinggi membangun sektor ini. Sehingga, keberadaan HKTI di Sumsel diakui oleh publik dan terbukti nyata untuk pembangunan Sumsel,” tutur Heri.

Ia melajutkan, “Selain itu, sekretariat sebagai kantor HKTI Sumsel, dengan didukung oleh komite-komite sebagai unit-unit kerja legal yang dapat disebut unit bisnis. Seketariat ini juga berfungsi semua terkait HKTI baik oleh Pemuda Tani maupun Perempuan Tani sebagai wadah para petani di Provinsi Sumsel,” ungkap Heri Amalindo yang didampingi sekretaris HM Erwin dan wakil bendahara Ir H Nuruddin Hanafiah MT.

Pada saat acara peresmian, juga disampaikan program strategis ke depan bekerja sama dengan BRI untuk pembuatan kartu anggota HKTI, pengelolaan lahan tidur sebagai bagian pilot project HKTI Sumsel, mendorong tumbuh kembang motivasi petani padi, sawit, karet, kopi, dan lain sebagainya. Ada juga  kerjasama dengan berbagai asosiasi termasuk Dewan Kopi Sumsel, dan tindak lanjut penandatanganan MoU dengan UNSRI, UMP dan UNPAL terkait kerjasama penelitian, pembinaan dan pengabdian masyarakat di Sumsel.

Untuk itu, guna menindaklanjuti perhatian dan arahan Gubernur Sumsel H Herman Deru yang mengajak HKTI turut merealisasikan target perluasan tanam padi sebanyak 200.000 hektar di Sumsel, Heri HKTI segera melalukan FGD dan membentuk tim ahli agar dapat memberikan masukan kepada gubernur.

Solusi bagi petani

Menurutnya, keberadaan sekretariat HKTI Sumsel dapat bermanfaatkan dalam penyusunan kerangka kerja dan memberikan kontribusi bagi petani baik ilmu maupun rezeki sehingga tumbuh peningkatan kesejahteraan petani. HKTI memang harus hadir untuk memberikan solusi bagi petani.

Sederhananya, para Gapoktan maupun KTNA di Provinsi Sumsel berkumpul bersama berdiskusi dan mencari solusi bidang pertanian di tempat tersebut untuk berkoordinasi dan berkonsultasi dalam bidang pertanian.

“Menanggapi semua rencana program ini dapat dikatakan bahwa semua dapat dibicarakan secara baik-baik melalui sebuah forum, FGD, rapat, musyawarah, diskusi, dan tim kecil di sekretariat. Para petani dapat mengutarakan apa yang menjadi persoalan pertanian mereka dan akan dicari solusi bersama dan akan diadakan ragam upaya hukum, pendampingan dan pelatihan ke depan,” kata Heri Amalindo yang juga Bupati PALI (Penukal Abab Lematang Ilir).

Dijelaskannya, semua program akan segera disusun dengan baik dan dilaksanakan pelatihan maupun FGD dijadwalkan dua bulan sekali atau kaji khusus semua terkait pertanian, mental petani, packing, pakan, bibit, industri, dan sebagainya.

Semua bisa duduk bareng untuk bicara bagaimana implementasi sesuai dengan kajian berkelanjutan di Provinsi Sumatera Selatan.

Rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan Pelantikan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota Pemuda Tani HKTI se-Sumsel sebagai organisasi sayap dari HKTI Sumsel yang diketuai oleh Dasri Nurhamidi dan Sekretaris Ilham Martadinata. (MC)