Catatan Akhir Tahun 2017 HKTI

oleh -3.049 views

Oleh: Eko Handoko |

“Terbanglah setinggi-tingginya ke langit, akan tetapi jangan lupa daratan, karena langit bukanlah tempat berpijak”.

Renungan ini yang terbesit dalam benak saya melihat dan mengilustrasikan kinerja kepengurusan HKTI selama 2017 pasca kepemimpinan Ketua Umum Jendral (Purn) DR. H. Moeldoko.
HKTI bertransformasi menjadi ormas petani yang memiliki grass roots dengan program mtani dan kegiatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan petani di Indonesia.
Agenda rutin diskusi reboan di sekretariat DPN HKTI menjadi sesuatu yang membangun sense of belonging dari para pengurus pusat dan stakeholder pertanian di Indonesia. Hal ini adalah merupakan terobosan yang luar biasa bagi apresiasi terhadap petani di Indonesia.


Kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial impact terhadap petani pun dilaksanakan dengan sukses seperti kegiatan Panen Raya Indramayu, Sarasehan Petani Demak, Panen Raya Tulung Agung, dll yang merupakan komitmen dan progres luar biasa untuk mensosialisasikan HKTI sebagai satu-satunya organisasi yang menghimpun petani di seluruh Indonesia.

Kiprah Ketua Umum DPN HKTI juga organisasi sayap yaitu pemuda tani dan perempuan tani juga patut diapresiasi karena mampu menjaring komunikasi dan MOU dengan stakeholder demi kemajuan petani dan pertanian di Indonesia.
Kegiatan-kegiatan ini semua terangkum dengan kinerja media center HKTI yang mampu membuat komunikasi dan informasi lintas waktu dan tempat menjadi “real time” melalui jejaring sosial seperti instagram, twitter, facebook, youtube, dan website HKTI online, juga rencana “farmer magazine” yang sedang digagas.
Pada akhir tahun 2017 tepatnya tanggal 28 Desember, HKTI kehilangan sosok Ketua OKK Alm. Bapak Drs. H. Rusfian yang merupakan ujung tombak organisasi, keanggotaan dan kaderisasi. Almarhum mempunyai peranan yang cukup besar bagi kemajuan kinerja HKTI terutama dalam pembentukan HKTI di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. “Selamat jalan pak Rusfian semoga semangat dan perjuanganmu bagi HKTI selama ini dapat kami teruskan”.

 

Tahun 2018 HKTI harus mampu mendarat lagi di petani dengan program “Kartu Tani HKTI” yang sedang dirancang dengan koperasi HKTI. Kartu tani merupakan keanggotaan sah petani di Indonesia yang merupakan basis bagi petani Indonesia untuk mendapatkan fasilitas lebih baik demi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran petani.
“Massive recruitment” merupakan salah satu program utama kepengurusan HKTI ditahun 2018. Koperasi HKTI akan melengkapi fasilitas kepada petani agar emndapatkan nilai lebih melalui program budidaya mtani, pengadaan alsintan maupun program lainnya sesuai kebutuhan daerah tertentu. Seluruh program-program fasilitas tersebut tentunya bagi peserta atau anggota “Kartu Tani HKTI”.
Bidang OKK diharapkan mampu untuk menargetkan masing-masing provinsi yang sudah terbentuk merekrut 10.000 petani yang mendapatkan “kartu tani HKTI”.
Di tahun 2018, 100.000 anggota kartu tani HKTI untuk seluruh Indonesia bukanlah target yang mustahil, selama program ini dapat dirancang dengan teliti dan seksama.
Tahun 2018 kegiatan HKTI yang “langitan” yaitu berkomunikasi dan bekerjasama dengan instansi-instansi besar sebaiknya ditingkatkan akan tetapi jangan lupa diimbangi dengan program “daratan” yang merupakan impian dan harapan bagi tiap petani di seluruh Indonesia.
HKTI jaya… PETANI makmur.. semoga bisa menjadi kenyataan dengan perjuangan kita bersama. Terimakasih atas perhatian reka-rekan pengurus atas waktu dan kerja keras di 2017. Selamat Tahun Baru 2018, Semoga Tahun 2018 membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua.

Penulis Eko Handoko Hasian, SE
Komite Perdagangan DPN HKTI
Sekretaris Bidang Usaha Koperasi HKTI TAMARA dan juga aktif membantu Media Center HKTI.
Mentoring oleh : Ketua Umum DPN HKTI Jendral TNI (Purn) DR. H. Moeldoko