Gubernur Jambi dan HKTI Panen Bawang Putih untuk Bibit

oleh -323 views

HKTI.ONLINE  – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum melakukan panen perdana bawang putih di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Sabtu (22/6). Proyek penanaman bawang putih tersebut, antara lain, diinsisai oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Turut serta dalam prosesi panen tersebut Bupati Merangin, Dr. H. Al-Haris, Dandim 0420/Sarko Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto, wakil Bupati Merangin, Mashuri, dan beberapa orang kepala OPD dan sejumlah pejabat pemrpov Jambi dan pemda Merangin.

Luasan lahan tanamnya mencapai hampir 20 hektar. Hasil panen tersebut bervariatif hingga ada yang mencapai 13 ton per hektar (Ha). Hasil panen bawang putih ini bukan untuk dijual ke pasar, melainkan untuk digunakan sebagai bibit dalam pengembangan dan peluasan tanam bawang putih di Jangkat.

Panen bawang putih ini merupakan hasil dari penanaman perdana bawang putih di Jangkat, yang budidayanya merupakan kerjasama petani jangkat, PT Gerbang Cahaya Utama, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jambi, dan tenaga ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Fachrori mengaku sangat senang dengan adanya penanaman dan panen bawang putih, salah satu komoditas pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Fachrori menegaskan, meskipun ada kekurangan di sana sini, tetapi langkah ini merupakan langkah berani yang harus diapresiasi.

Dirinya yakin ke depan akan terus dilakukan perbaikan dan pembenahan guna memperoleh hasil panen yang lebih bagus, dan berikutnya menjadi hasil maksimal.

Selain itu, Fachrori mengapresiasi sinergitas pemerintah, masyarakat, komunitas (HKTI), dunia usaha (PT CGU), dan akademisi dalam penanaman bawang putih di Jangkat ini. Dilibatkannya akademisi (IPB) dalam penanaman ini juga menjadi penting untuk memperkuat kajian ilmiah yang diterapkan di lapangan.

Fachrori berharap ke depan, hasil panen penanaman bawang putih di Jangkat ini lebih baik lagi. Hal itu  untuk menambah kesejahteraan petani, untuk menambah stok bawang putih di Provinsi Jambi yang tentunya akan mempengaruhi harga bawang putih, yakni supaya tidak terjadi lonjakan harga bawang putih seperti yang terjadi saat pertengahan puasa Ramadhan 1440 H/2019 M.

“Dan juga untuk menularkan semangat untuk juga menanam bawang putih di Jangkat (peluasan lahan tanam) dan jika memungkinkan di kabupaten/kota lainnya,” tutur gubernur.

Selanjutnya, Fachrori berharap agar dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta semua pemangku kepentingan, bisa terus-menerus meningkatkan Nilai Tukar Pertanian (NTP), yang berarti  meningkatkan kesejahteraan petani.

Fachrori Umar mengatakan bahwa Kementerian Pertanian terus gencar mendorong pencapaian swasembada untuk beberapa komoditas strategis termasuk bawang putih ini. Harapannya ke depan negeri ini dapat mengekspor bukan mengimpor bawang putih.  

“Kita harus optimistis karena kenyataannya dalam sejarah menunjukkan bahwa Indonesia pernah mengalami kejayaan bawang putih, meskipun pada akhirnya semakin merosot akibat gempuran bawang putih impor. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Merangin khususnya di wilayah Jangkat ini yang telah mampu memberikan hasil pertanian Bawang putih yang bisa meningkatkan komoditi daerah tegasnya.

Optimistis

Ahli Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Munif Gulamahdi, M.Si mengatakan, untuk mengurangi dan mengehentikan impor, tidak ada cara lain selain memproduksi sendiri. Untuk itulah penanaman bawang putih dilakukan di Jangkat.

Lahan yang digunakan untuk penanaman bawang putih di Jangkat ini merupakan lahan yang ditinggal petani, dan disewa oleh PT CGU dengan harga Rp 1 jutra/Ha/tahun.

Munif mengungkapkan bahwa penanaman bawang putih di Jangkat merupakan tantangan berat, namun dirinya optimistis bisa berhasil.

“Target di sini 100 hektar bawang putih. Hasil panen ini dijadikan bibit untuk penanaman selanjutntya, sehingga lebih murah. Sinergi ABGC (Akademisi, Business, Government, dan Community memberikan harapan yang baru,” ujar Munif.

Merangin siap jadi pilot project

Sebelumnya, Bupati Merangin, Dr. H. Al-Haris menegaskan bahwa Merangin siap menjadi pilot project penanaman dan pengembangan bawah putih di Provinsi Jambi.

Selain menjelaskan manfaat penanaman bawang putih seperti yang dikemukakan oleh gubernur, Al-Haris menyatakan bahwa penanaman bawang putih ini juga bisa mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan kerja yang baru.

Proyek ini juga sangat berguna uktuk memanfaatkan bonus demografi, agar bonus demografi tidak menjadi beban bagi Provinsi Jambi, khususnya bagi Kabupaten Merangin, tetapi sebaliknya menjadi keuntungan.

Selanjutnya, Al Haris menerangkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Merangin bersama dengan pihak-pihak terkait sedang memperjuangkkan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta Jangkat, yang akan diajukan kepada Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia.

Bupati Merangin ini menyatakan, beberapa waktu yang lalu, Kopi Jangkat meraih kopi Robusta nomor 1 di Festival Kopi di Bali dan sudah diundang untuk mengikuti pameran di Belgia pada Juli 2019.

Pemerintah Kabupaten Merangi sudah membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Jangkat, sebagai upaya perjuangan terpadu agar Kopi Jangkat memiliki Indikasi Geofrafis. (MC)